ANTARA/Sizuka

Tips Untuk Menjaga Agar Aktivitas Olahraga Tetap Menyenangkan Selama Bulan Puasa

Sabtu, 08 Mar 2025

Dokter spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Airlangga, dr. Risky Dwi Rahayu, Sp.KO, menyatakan bahwa berolahraga selama bulan puasa dapat tetap menyenangkan jika dilakukan dengan cara yang benar.

"Untuk menjaga agar olahraga tetap menyenangkan saat menjalankan ibadah, langkah pertama yang perlu diambil adalah menjaga motivasi. Tidak perlu menetapkan target baru; jika baru memulai, lakukanlah secara perlahan," ungkap dr. Risky saat berbagi tips berolahraga selama puasa dalam sebuah diskusi daring di Jakarta pada hari Jumat.

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta ini tidak menyarankan masyarakat untuk menetapkan target baru selama bulan puasa.

Ia menekankan bahwa lebih baik untuk mempertahankan target yang sudah ada sebelumnya dan melanjutkan olahraga seperti biasa tanpa perlu mengubah target dengan cara yang lebih ekstrem.

Bagi individu yang baru ingin memulai aktivitas olahraga, sangat disarankan untuk melakukan penelitian terlebih dahulu guna mengetahui durasi yang sesuai untuk mereka. Selanjutnya, lakukan olahraga secara konsisten, dengan catatan untuk tidak memilih jenis olahraga yang memiliki intensitas tinggi dan memerlukan waktu yang lama.

Hal ini penting karena olahraga yang terlalu berat dan dilakukan secara tiba-tiba dapat berisiko menyebabkan cedera.

"Oleh karena itu, kita sebaiknya memulai dengan intensitas yang sedang dan secara bertahap meningkatkannya. Jika sebelumnya disarankan untuk berolahraga selama 30 menit, tidak masalah jika untuk mencapai 150 menit per minggu, kita mulai dengan 10 menit terlebih dahulu," jelasnya.

Kiat kedua adalah membagi waktu latihan menjadi sesi-sesi singkat dengan tingkat intensitas yang sesuai. Sebagai contoh, jika sebelumnya olahraga dilakukan selama 30 menit, saat berpuasa dapat dibagi menjadi tiga sesi masing-masing selama 10 menit, dengan penyesuaian intensitas olahraga yang diperlukan.

Selanjutnya, masyarakat diimbau untuk menjaga hidrasi dan memperhatikan asupan makanan. Disarankan untuk meningkatkan konsumsi karbohidrat kompleks, protein berkualitas tinggi, serta vitamin dan mineral.

Risky menjelaskan bahwa karbohidrat kompleks seperti nasi, gandum, dan kacang-kacangan sebaiknya dikonsumsi saat sahur agar energi tetap terjaga sepanjang hari dan tidak mudah merasa lemas.

Kita dapat memilih sumber makanan yang alami, bukan yang buatan atau mengandung gula buatan. Selain itu, kurma dapat dijadikan sebagai sumber energi yang baik. Dalam hal pemilihan protein, kita bisa memilih daging tanpa lemak, serta ikan dan ayam. Untuk serat, sayur dan buah merupakan pilihan yang tepat, ujar beliau.

Mengenai konsumsi air, masyarakat disarankan untuk tetap mengonsumsi delapan gelas atau setara dengan 2 liter setiap harinya.

Masyarakat juga diimbau untuk memprioritaskan istirahat dengan menjaga kualitas tidur di rumah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan tidur siang singkat saat berpuasa, yang durasinya dapat berkisar antara 30 menit hingga 1 jam.

Dukungan dari teman dan keluarga sangat penting dalam menjalankan aktivitas olahraga bersama, sehingga motivasi yang telah dibangun dapat tetap terjaga.

"Keberadaan teman atau keluarga tentu akan membuat olahraga menjadi lebih menyenangkan. Jika dilakukan secara berkelompok, seperti dalam latihan kelompok, pengalaman tersebut akan lebih menarik," ungkapnya.

Namun, bagi individu yang lebih menyukai berolahraga secara mandiri, pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan minat dan kebiasaan yang telah ada sebelumnya. Ini termasuk berbagai jenis olahraga seperti bulu tangkis, sepak bola, dan bersepeda.


Tag:



Berikan komentar
Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Komentar